Selasa, 20 Desember 2011
Minggu, 18 Desember 2011
Kamis, 15 Desember 2011
File
Teorema Pythagoras (PPT)- download
Hukum Salat Jumat
Salat Jumat merupakan kewajiban setiap muslim laki-laki. Hal ini tercantum dalam Al Qur'an dan Hadits berikut ini:- Al Qur'an Al Jumu'ah ayat 9 yang artinya:"Wahai orang-orang yang beriman, apabila kamu diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, dan itu lebih baik bagi kamu jika kamu mengetahui." (QS 62: 9)
- "Hendaklah orang-orang itu berhenti dari meninggalkan salat Jum’at atau kalau tidak, Allah akan menutup hati mereka kemudian mereka akan menjadi orang yang lalai." (HR. Muslim)
- "Sungguh aku berniat menyuruh seseorang (menjadi imam) salat bersama-sama yang lain, kemudian aku akan membakar rumah orang-orang yang meninggalkan salat Jum’at.” (HR. Muslim)
- "Salat Jum’at itu wajib bagi tiap-tiap muslim, dilaksanakan secara berjama’ah terkecuali empat golongan, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak kecil dan orang yang sakit." (HR. Abu Daud dan Al-Hakim, hadits shahih)
Adapun tata cara pelaksanaan salat Jum’at, yaitu :
- Khatib naik ke atas mimbar setelah tergelincirnya matahari (waktu dzuhur), kemudian memberi salam dan duduk.
- Muadzin mengumandangkan adzan sebagaimana halnya adzan dzuhur.
- Khutbah pertama: Khatib berdiri untuk melaksanakan khutbah yang dimulai dengan hamdalah dan pujian kepada Allah SWT serta membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Kemudian memberikan nasihat kepada para jama’ah, mengingatkan mereka dengan suara yang lantang, menyampaikan perintah dan larangan Allah SWT dan RasulNya, mendorong mereka untuk berbuat kebajikan serta menakut-nakuti mereka dari berbuat keburukan, dan mengingatkan mereka dengan janji-janji kebaikan serta ancaman-ancaman Allah Subhannahu wa Ta'ala. Kemudian duduk sebentar
- Khutbah kedua : Khatib memulai khutbahnya yang kedua dengan hamdalah dan pujian kepadaNya. Kemudian melanjutkan khutbahnya dengan pelaksanaan yang sama dengan khutbah pertama sampai selesai
- Khatib kemudian turun dari mimbar. Selanjutnya muadzin melaksanakan iqamat untuk melaksanakan salat. Kemudian memimpin salat berjama'ah dua rakaat dengan mengeraskan bacaan
Hal-hal yang dianjurkan
Pada salat Jumat setiap muslim dianjurkan untuk memperhatikan hal-hal berikut:- Mandi, berpakaian rapi, memakai wewangian dan bersiwak (menggosok gigi).
- Meninggalkan transaksi jual beli ketika adzan sudah mulai berkumandang.
- Menyegerakan pergi ke masjid.
- Melakukan salat-salat sunnah di masjid sebelum salat Jum’at selama Imam belum datang.
- Tidak melangkahi pundak-pundak orang yang sedang duduk dan memisahkan/menggeser mereka.
- Berhenti dari segala pembicaraan dan perbuatan sia-sia apabila imam telah datang.
- Hendaklah memperbanyak membaca shalawat serta salam kepada Rasulullah SAW pada malam Jum’at dan siang harinya
- Memanfaatkannya untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa karena hari Jumat adalah waktu yang mustajab untuk dikabulkannya doa.
Jumat, 09 Desember 2011
Macam-Macam Shalat Sunnah
Macam-Macam Shalat Sunnah
Shalat sunnah itu ada dua macam:
1. Shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah
2. Shalat sunnah yang tidak disunnahkan dilakukan secara berjamaah
A. Shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah
1. Shalat Idul Fitri
2. Shalat Idul Adha
3. Shalat Kusuf (Gerhana Matahari)
4. Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)
Ibrahim (putra Nabi SAW) meninggal dunia bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari. Beliau SAW bersabda:
5. Shalat Istisqo’
6. Shalat Tarawih (sudah dibahas)
7. Shalat Witir yang mengiringi Shalat Tarawih
Adapun shalat witir di luar Ramadhan, maka tidak disunnahkan berjamaah, karena Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya.
B. Shalat sunnah yang tidak disunnahkan berjamaah
1. Shalat Rawatib (Shalat yang mengiringi Shalat Fardlu), terdiri dari:
a. 2 raka’at sebelum shubuh
b. 4 raka’at sebelum Dzuhur (atau Jum’at)
c. 4 raka’at sesudah Dzuhur (atau Jum’at)
d. 4 raka’at sebelum Ashar
e. 2 raka’at sebelum Maghrib
f. 2 raka’at sesudah Maghrib
g. 2 raka’at sebelum Isya’
h. 2 raka’at sesudah Isya’
Dari 22 raka’at rawatib tersebut, terdapat 10 raka’at yang sunnah muakkad (karena tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW), berdasarkan hadits:
a. Dari Ummu Habibah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
b. Nabi SAW bersabda:
2. Shalat Tahajjud (Qiyamullail)
Al-Qur’an surah Al-Israa’ ayat 79, As-Sajdah ayat 16 – 17, dan Al-Furqaan ayat 64. Dilakukan dua raka’at-dua raka’at dengan jumlah raka’at tidak dibatasi.
Minimal satu raka’at dan maksimal 11 raka’at. Lebih utama dilakukan 2 raka’at-2 raka’at, kemudian satu raka’at salam. Boleh juga dilakukan seluruh raka’at sekaligus dengan satu kali Tasyahud dan salam.
Dari A’isyah Rda. Bahwasannya Rasulullah SAW shalat malam 13 raka’at, dengan witir 5 raka’at di mana beliau Tasyahud (hanya) di raka’at terakhir dan salam. (HR Imam Bukhari dan Muslim)
Beliau juga pernah berwitir dengan tujuh dan lima raka’at yang tidak dipisah dengan salam atau pun pembicaraan. (HR Imam Muslim)
4. Shalat Dhuha
Yaitu shalat empat raka’at di mana di setiap raka’atnya setelah membaca Al-Fatihah dan Surah, orang yang shalat membaca: Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar sebanyak 15 kali, dan setiap ruku’, i’tidal, dua sujud, duduk di antara dua sujud, duduk istirahah (sebelum berdiri dari raka’at pertama), dan duduk tasyahud (sebelum membaca bacaan tasyahud) membaca sebanyak 10 kali (Total 75 kali setiap raka’at). (HR Abu Dawud dan Ibnu Huzaimah)
8. Shalat Istikharah
Al-Qur’an surah Al-Israa’ ayat 25
.
Wallahu a’lam
Sumber: http://groups.yahoo.com/
Shalat sunnah itu ada dua macam:
1. Shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah
2. Shalat sunnah yang tidak disunnahkan dilakukan secara berjamaah
A. Shalat sunnah yang disunnahkan dilakukan secara berjamaah
1. Shalat Idul Fitri
2. Shalat Idul Adha
Ibnu Abbas Ra. berkata: “Aku shalat Idul Fithri bersama Rasulullah SAW dan Abu bakar dan Umar, beliau semua melakukan shalat tersebut sebelum khutbah.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)Dilakukan 2 raka’at. Pada rakaat pertama melakukan tujuh kali takbir (di luar Takbiratul Ihram) sebelum membaca Al-Fatihah, dan pada raka’at kedua melakukan lima kali takbir sebelum membaca Al-Fatihah.
3. Shalat Kusuf (Gerhana Matahari)
4. Shalat Khusuf (Gerhana Bulan)
Ibrahim (putra Nabi SAW) meninggal dunia bersamaan dengan terjadinya gerhana matahari. Beliau SAW bersabda:
“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda (kebesaran) Allah SWT. Tidak terjadi gerhana karena kematian seseorang, tidak juga karena kehidupan (kelahiran) seseorang. Apabila kalian mengalaminya (gerhana), maka shalatlah dan berdoalah, sehingga (gerhana itu) berakhir.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)
Dari Abdullah ibnu Amr, bahwasannya Nabi SAW memerintahkan seseorang untuk memanggil dengan panggilan “ashsholaatu jaami’ah” (shalat didirikan dengan berjamaah). (HR Imam Bukhari dan Muslim)Dilakukan dua rakaat, membaca Al-Fatihah dan surah dua kali setiap raka’at, dan melakukan ruku’ dua kali setiap raka’at.
5. Shalat Istisqo’
Dari Ibnu Abbas Ra., bahwasannya Nabi SAW shalat istisqo’ dua raka’at, seperti shalat ‘Id. (HR Imam Nasa’i, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Tirmidzi)Tata caranya seperti shalat ‘Id.
6. Shalat Tarawih (sudah dibahas)
Dari ‘Aisyah Rda., bahwasannya Nabi Muhammad SAW shalat di masjid pada suatu malam. Maka orang-orang kemudian mengikuti shalat beliau. Nabi shalat (lagi di masjid) pada hari berikutnya, jamaah yang mengikuti beliau bertambah banyak. Pada malam ketiga dan keempat, mereka berkumpul (menunggu Rasulullah), namun Rasulullah SAW tidak keluar ke masjid. Pada paginya Nabi SAW bersabda: “Aku mengetahui apa yang kalian kerjakan tadi malam, namun aku tidak keluar karena sesungguhnya aku khawatir bahwa hal (shalat) itu akan difardlukan kepada kalian.” ‘Aisyah Rda. berkata: “Semua itu terjadi dalam bulan Ramadhan.” (HR Imam Muslim)Jumlah raka’atnya adalah 20 dengan 10 kali salam, sesuai dengan kesepakatan shahabat mengenai jumlah raka’at dan tata cara shalatnya.
7. Shalat Witir yang mengiringi Shalat Tarawih
Adapun shalat witir di luar Ramadhan, maka tidak disunnahkan berjamaah, karena Rasulullah SAW tidak pernah melakukannya.
B. Shalat sunnah yang tidak disunnahkan berjamaah
1. Shalat Rawatib (Shalat yang mengiringi Shalat Fardlu), terdiri dari:
a. 2 raka’at sebelum shubuh
b. 4 raka’at sebelum Dzuhur (atau Jum’at)
c. 4 raka’at sesudah Dzuhur (atau Jum’at)
d. 4 raka’at sebelum Ashar
e. 2 raka’at sebelum Maghrib
f. 2 raka’at sesudah Maghrib
g. 2 raka’at sebelum Isya’
h. 2 raka’at sesudah Isya’
Dari 22 raka’at rawatib tersebut, terdapat 10 raka’at yang sunnah muakkad (karena tidak pernah ditinggalkan oleh Rasulullah SAW), berdasarkan hadits:
Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah SAW senantiasa menjaga (melakukan) 10 rakaat (rawatib), yaitu: 2 raka’at sebelum Dzuhur dan 2 raka’at sesudahnya, 2 raka’at sesudah Maghrib di rumah beliau, 2 raka’at sesudah Isya’ di rumah beliau, dan 2 raka’at sebelum Shubuh … (HR Imam Bukhari dan Muslim).Adapun 12 rakaat yang lain termasuk sunnah ghairu muakkad, berdasarkan hadits-hadits berikut:
a. Dari Ummu Habibah, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa senantiasa melakukan shalat 4 raka’at sebelum Dzuhur dan 4 raka’at sesudahnya, maka Allah mengharamkan baginya api neraka.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)2 raka’at sebelum Dzuhur dan 2 raka’at sesudahnya ada yang sunnah muakkad dan ada yang ghairu muakkad.
b. Nabi SAW bersabda:
“Allah mengasihi orang yang melakukan shalat empat raka’at sebelum (shalat) Ashar.” (HR Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Huzaimah)Shalat sunnah sebelum Ashar boleh juga dilakukan dua raka’at berdasarkan Sabda Nabi SAW:
“Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)c. Anas Ra berkata:
“Di masa Rasulullah SAW kami shalat dua raka’at setelah terbenamnya matahari sebelum shalat Maghrib…” (HR Imam Bukhari dan Muslim)Nabi SAW bersabda:
“Shalatlah kalian sebelum (shalat) Maghrib, dua raka’at.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)d. Nabi SAW bersabda:
“Di antara dua adzan (adzan dan iqamah) terdapat shalat.” (HR Imam Bazzar)Hadits ini menjadi dasar untuk seluruh shalat sunnah 2 raka’at qobliyah (sebelum shalat fardhu), termasuk 2 raka’at sebelum Isya’.
2. Shalat Tahajjud (Qiyamullail)
Al-Qur’an surah Al-Israa’ ayat 79, As-Sajdah ayat 16 – 17, dan Al-Furqaan ayat 64. Dilakukan dua raka’at-dua raka’at dengan jumlah raka’at tidak dibatasi.
Dari Ibnu Umar Ra. bahwa Nabi SAW bersabda: “Shalat malam itu dua (raka’at)-dua (raka’at), apabila kamu mengira bahwa waktu Shubuh sudah menjelang, maka witirlah dengan satu raka’at.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)3. Shalat Witir di luar Ramadhan
Minimal satu raka’at dan maksimal 11 raka’at. Lebih utama dilakukan 2 raka’at-2 raka’at, kemudian satu raka’at salam. Boleh juga dilakukan seluruh raka’at sekaligus dengan satu kali Tasyahud dan salam.
Dari A’isyah Rda. Bahwasannya Rasulullah SAW shalat malam 13 raka’at, dengan witir 5 raka’at di mana beliau Tasyahud (hanya) di raka’at terakhir dan salam. (HR Imam Bukhari dan Muslim)
Beliau juga pernah berwitir dengan tujuh dan lima raka’at yang tidak dipisah dengan salam atau pun pembicaraan. (HR Imam Muslim)
4. Shalat Dhuha
Dari A’isyah Rda., adalah Nabi SAW shalat Dhuha 4 raka’at, tidak dipisah keduanya (tiap shalat 2 raka’at) dengan pembicaraan.” (HR Abu Ya’la)
Dari Abu Hurairah Ra., bahwasannya Nabi pernah Shalat Dhuha dengan dua raka’at (HR Imam Bukhari dan Muslim)
Dari Ummu Hani, bahwasannya Nabi SAW masuk rumahnya (Ummu Hani) pada hari Fathu Makkah (dikuasainya Mekkah oleh Muslimin), beliau shalat 12 raka’at, maka kata Ummu Hani: “Aku tidak pernah melihat shalat yang lebih ringan daripada shalat (12 raka’at) itu, namun Nabi tetap menyempurnakan ruku’ dan sujud beliau.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)5. Shalat Tahiyyatul Masjid
Dari Abu Qatadah, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Apabila salah seorang dari kalian masuk masjid, janganlah duduk sehingga shalat dua raka’at.” (HR Jama’ah Ahli Hadits)6. Shalat Taubat
Nabi SAW bersabda: “Tidaklah seorang hamba yang berdosa, kemudian ia bangun berwudhu kemudian shalat dua raka’at dan memohon ampunan kepada Allah, kecuali ia akan diampuni.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, dan lain-lain)7. Shalat Tasbih
Yaitu shalat empat raka’at di mana di setiap raka’atnya setelah membaca Al-Fatihah dan Surah, orang yang shalat membaca: Subhanallah walhamdulillah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar sebanyak 15 kali, dan setiap ruku’, i’tidal, dua sujud, duduk di antara dua sujud, duduk istirahah (sebelum berdiri dari raka’at pertama), dan duduk tasyahud (sebelum membaca bacaan tasyahud) membaca sebanyak 10 kali (Total 75 kali setiap raka’at). (HR Abu Dawud dan Ibnu Huzaimah)
8. Shalat Istikharah
Dari Jabir bin Abdillah berkata: “Adalah Rasulullah SAW mengajari kami Istikharah dalam segala hal … beliau SAW bersabda: ‘apabila salah seorang dari kalian berhasrat pada sesuatu, maka shalatlah dua rakaat di luar shalat fardhu …dan menyebutkan perlunya’ …” (HR Jama’ah Ahli Hadits kecuali Imam Muslim)9. Shalat Hajat
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa mempunyai hajat kepada Allah atau kepada seseorang, maka wudhulah dan baguskan wudhu tersebut, kemudian shalatlah dua raka’at, setelah itu pujilah Allah, bacalah shalawat, atas Nabi SAW, dan berdoa …” (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)10. Shalat 2 rakaat di masjid sebelum pulang ke rumah
Dari Ka’ab bin Malik: “Adalah Nabi SAW apabila pulang dari bepergian, beliau menuju masjid dan shalat dulu dua raka’at.” (HR Bukhari dan Muslim)11. Shalat Awwabiin
Al-Qur’an surah Al-Israa’ ayat 25
Dari Ammar bin Yasir bahwa Nabi SAW bersabda: “Barang siapa shalat setelah shalat Maghrib enam raka’at, maka diampuni dosa-dosanya, walaupun sebanyak buih lautan.” (HR Imam Thabrani)
Ibnu Majah, Ibnu Huzaimah, dan Tirmidzi meriwayatkan hadits serupa dari Abu Hurairah Ra. Nabi SAW bersabda: “Barang siapa shalat enam raka’at antara Maghrib dan Isya’, maka Allah mencatat baginya pahala ibadah 12 tahun” (HR Imam Tirmidzi)12. Shalat Sunnah Wudhu’
Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berwudhu, ia menyempurnakan wudhunya, kemudian shalat dua raka’at, maka diampuni dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR Imam Bukhari dan Muslim)13. Shalat Sunnah Mutlaq
Nabi SAW berpesan kepada Abu Dzar al-Ghiffari Ra.: “Shalat itu sebaik-baik perbuatan, baik sedikit maupun banyak.” (HR Ibnu Majah)
Dari Abdullah bin Umar Ra.: “Nabi SAW bertanya: ‘Apakah kamu berpuasa sepanjang siang?’ Aku menjawab: ’Ya.’ Beliau bertanya lagi: ‘Dan kamu shalat sepanjang malam?’ Aku menjawab: ’Ya.’ Beliau bersabda: ’Tetapi aku puasa dan berbuka, aku shalat tapi juga tidur, aku juga menikah, barang siapa tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku’.” (HR Bukhari dan Muslim)Hadits terakhir ini menunjukkan bahwa shalat sunnah bisa dilakukan dengan jumlah raka’at yang tidak dibatasi, namun makruh dilakukan sepanjang malam, karena Nabi sendiri tidak menganjurkannnya demikian. Ada waktu untuk istirahat dan untuk istri/suami.
.
Wallahu a’lam
Sumber: http://groups.yahoo.com/
Rabu, 07 Desember 2011
Yusuf Mansur Network
KOREKSI DIRI - apakah banyak bersalah kepada Allah, sering membuatNya murka, dan tidak mengindahkan nasehat-nasehatNya dengan banyak melakukan dosa dan maksiat. Kadang-kadang Allah karena kasih sayangNya kepada seorang hamba, Dia memberi hamba tersebut kesusahan dan keresahan setelah dia berbuat maksiat dengan maksud agar segera kembali dan bertaubat kepadaNya. Kesusahan yang ditimpakan kepada hamba tersebut dimaksudkan agar dia kembali ke jalan-Nya dan mengetahui hakikat kehidupan dunia yang fana ini lalu mengambil keputusan untuk mengisi hidup dan menghabiskan umur dengan cara yang diridhaiNya. Allah berfirman;
{ÙˆَÙ„َÙ†ُذِيقَÙ†َّÙ‡ُÙ…ْ Ù…ِÙ†َ الْعَذَابِ الْØ£َدْÙ†َÙ‰ دُونَ الْعَذَابِ الْØ£َÙƒْبَرِ Ù„َعَÙ„َّÙ‡ُÙ…ْ ÙŠَرْجِعُونَ} [السجدة: 21]
Sesungguhnya Aku mencicipkan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar dengan bertaubat ). (As-Sajdah: 21)
Dosa yang dimaksud adalah semua dosa, baik dosa karena tidak melaksanakan perintah maupun melanggar larangan. Tidak membedakan apakah dosa tersebut sudah dilakukan maupun direncanakan, yang dilakukan sembunyi-sembunyi maupun dilakukan terang-terangan, yang diketahui dengan jelas bahwa itu adalah dosa maupun yang hanya dikhawatirkan termasuk dosa. Jangan sampai merasa diri bersih dan suci karena Allah melarang hal itu. ( Tim FB YM-Net )
{ÙˆَÙ„َÙ†ُذِيقَÙ†َّÙ‡ُÙ…ْ Ù…ِÙ†َ الْعَذَابِ الْØ£َدْÙ†َÙ‰ دُونَ الْعَذَابِ الْØ£َÙƒْبَرِ Ù„َعَÙ„َّÙ‡ُÙ…ْ ÙŠَرْجِعُونَ} [السجدة: 21]
Sesungguhnya Aku mencicipkan kepada mereka sebahagian azab yang dekat (di dunia) sebelum azab yang lebih besar (di akhirat), Mudah-mudahan mereka kembali (ke jalan yang benar dengan bertaubat ). (As-Sajdah: 21)
Dosa yang dimaksud adalah semua dosa, baik dosa karena tidak melaksanakan perintah maupun melanggar larangan. Tidak membedakan apakah dosa tersebut sudah dilakukan maupun direncanakan, yang dilakukan sembunyi-sembunyi maupun dilakukan terang-terangan, yang diketahui dengan jelas bahwa itu adalah dosa maupun yang hanya dikhawatirkan termasuk dosa. Jangan sampai merasa diri bersih dan suci karena Allah melarang hal itu. ( Tim FB YM-Net )
REQUEST
Silahkan request disini dengan meninggalkan komentar!!
Selasa, 06 Desember 2011
Senin, 05 Desember 2011
Lirik lagu wahdana // Wafiq Azizah feat Ust. Jefri al Bukhori
wahdana dan na…
adif alaina layalil jamilah bainal qomar walhudu
walhududil asliyah walghomi wal hana
ashfan jamilah syarofu adi wa ansa biha farhan
walghomi wal hana ashfan jamilah
syarofu adi wa ansa biha farhan
wahdana dan na…
syubil Asad layya dalifadlillah
bima wa ana fammyu hasilil fadlillah
yughi syifa linafusil alilah
yaa bahtibinala minhumala finja
yughi syifa linafusil alilah
yaa bahtibinala minhumala finja
wahdana dan na…
ba’dal wayya fina fiha ruwayya
ukhyu ruzaim wakullina yarifu dafilah
dzamillah hajriwalabil habbilah
wayuslihillahi farisinal furja
dzamillah hajriwalabil habbilah
wayuslihillahi farisinal furja
wahdana dan na…
adif alaina layalil jamilah bainal qomar walhudu
walhududil asliyah walghomi wal hana
ashfan jamilah syarofu adi wa ansa biha farhan
walghomi wal hana ashfan jamilah
syarofu adi wa ansa biha farhan
wahdana dan na…
syubil Asad layya dalifadlillah
bima wa ana fammyu hasilil fadlillah
yughi syifa linafusil alilah
yaa bahtibinala minhumala finja
yughi syifa linafusil alilah
yaa bahtibinala minhumala finja
wahdana dan na…
ba’dal wayya fina fiha ruwayya
ukhyu ruzaim wakullina yarifu dafilah
dzamillah hajriwalabil habbilah
wayuslihillahi farisinal furja
dzamillah hajriwalabil habbilah
wayuslihillahi farisinal furja
wahdana dan na…
Sepuluh Bunga Hidup Bahagia
- Bangun di saat menjelang fajar untuk beristighfar.
- Menyendiri untuk ber-tafakur.
- Menjalin hubungan dengan orang salih
- Berdzikir.
- Melakukan shalat dua rakaat dengan khusyu'.
- Membaca Al-Qur'an dengan tadabur.
- Berpuasa pada hari yang sangat panas.
- Melakukan sedekah secara sembunyi-sembunyi.
- Meringankan beban seorang muslim.
- Berlaku zuhud terhadap sesuatu yang sifatnya fana.
Minggu, 04 Desember 2011
Statistika
STATISTIKA
.
Statistik adalah kumpulan fakta yang umumnya berbentuk angka yang disusun dalam daftar atau tabel, yang menggambarkan sebagian kecil persoalan dari keseluruhan persoalan yang diteliti.
Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan mengklasifikasi, mengorganisasi dan menganalisis data, sehingga menghasilkan informasi yang berguna.
1. Data dan Datum
Data adalah sekumpulan informasi yang diperoleh dari suatu pengamatan.
Datum adalah elemen-elemen dari data.
Misalkan nilai yang diperoleh siswa adalah 9,8,9,7,dan 8
menurut bentuknya data dibagi menjadi dua macam, yaitu:
a. Data kuantitatif adalah data yang berbentuk bilangan/angka, misalnya banyaknya siswa disuatu kelas, jumlah guru disuatu sekolah, jarak rumah ke sekolah, dan sebagainya
b. Data kualitatif adalah data yang tidak berbentuk bilangan/angka,seperti data profesi seseorang, yaitu dokter, pengacara, penyanyi, guru dan sebagainya.
2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan obyek yang akan diteliti.
Sampel adalah bagian obyek yang diambil dari populasi kemudian diteliti.
PENYAJIAN DATA DALAM BENTUK DIAGRAM
Diagram garis
Diagram garis sering digunakan untuk menggambarkan data yang berkelanjutan dalam suatu kurun waktu tertentu.
Data pengeluaran keluarga Pak Andi dalam 5 bulan.
Data pada tabel diatas kemudian disajikan dalam diagram garis berikut
Gambar 1.1 Diagram garis pengeluaran keluarga pak Andi dalam 5 bulan
Diagram lingkaran
Jika bagian dari kelompok data yang satu terkait dengan bagian lainnya dalam satu kesatuan, maka kumpulan data itu dapat kita sajikan dalam bentuk diagram lingkaran.
Contoh diagram lingkaran:
Gambar 1.2 diagram lingkaran olahraga yang digemari siswa SMA PATI
Diagram batang
Diagram batang adalah diagram yang berdasarkan data kelompok atau kategori.
Contoh diagram batang.
Gambar 1.3 diagram batang jumlah siswa pada jenjang pendidikan di kecamatan PATI
Sabtu, 03 Desember 2011
Guru
by kabul wh
Untuk Guruku,..
Pagi hari dari arah timur
Engkau mengayuh sepedamu menuju kami
Lelah tak kau rasa tiap hari
Engkau bagaikan surya yang menerangi kami
Saat denting bel berbunyi
Engkau menghampiri kami dengan ilmu
Angka, huruf sangat melekat padamu
Memberikan kami pengetahuan baru
Marah, kesal biasa engkau tampakkan
Ketika kami nakal dan tak patuh
Kesabaranmu sangat kami hargai
Walaupun engkau tanpa tanda jasa
Kami sangat menghargai jasamu
Untuk Guruku,..
Pagi hari dari arah timur
Engkau mengayuh sepedamu menuju kami
Lelah tak kau rasa tiap hari
Engkau bagaikan surya yang menerangi kami
Saat denting bel berbunyi
Engkau menghampiri kami dengan ilmu
Angka, huruf sangat melekat padamu
Memberikan kami pengetahuan baru
Marah, kesal biasa engkau tampakkan
Ketika kami nakal dan tak patuh
Kesabaranmu sangat kami hargai
Walaupun engkau tanpa tanda jasa
Kami sangat menghargai jasamu
Jumat, 02 Desember 2011
Langganan:
Komentar (Atom)










